Semakin majunya teknologi di dunia, transaksi perbankanpun mulai mengunakan
teknologi berbasis komputer untuk mempermudah transaksi dengan nasabah. yang
tadinya melayani nasabah dengan harus bertemu / nasabah datang ke cabang2 bank
yang disediakan oleh bank yang dia gunakan untuk menabung/infertasi menjadi
lebih mudah karena bank mulai mengunakan teknoligi berbasis komputer dan
sekarang sudah bisa mengakses lewat internet bahkan dengan mobile “HP” dengan
SMS sudah banyak diterapkan bank.
Dalam dunia perbankan, perkembangan
teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya
manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras
dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN (Local Area
Network) ataupunWAN (Wide Area Network) dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan
untuk mentransfer data.
Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi
informasi masih terus meningkat, hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis
pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai
bidang juga jumlah SDM (Sumber Daya Manusia) berkemampuan di bidang teknologi
informasi masih sedikit, bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.
Diperlukan suatu kerangka teknologi
informasi nasional yang akan mewujudkan masyarakat Indonesia siap menghadapi
ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang dapat menyediakan akses universal terhadap
informasi kepada masyarakat luas secara adil dan merata, meningkatkan
koordinasidan pendayagunaan informasi secara optimal, meningkatkan efisiensi
dan produktivitas, meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya
manusia,meningkatkan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi, termasuk
penerapan peraturan perundang-undangan yang mendukungnya, mendorong pertumbuhan
ekonomi dengan pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi.
Inilah salah satu kenyataan globalisasi
perekonomian dunia yang nyata. Integrasi perekonomian nasional dengan
perekonomian regional/global seperti AFTA, APEC,WTO/GATT memang tidak bisa
dihindari. Kenyataan integrasi perekonomian dunia ini memang harus kita siapkan
dan hadapi.
Sekarang telah banyak pelaku ekonomi,
khususnya di kota-kota besar yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam
transaksi pembayarannya, tetapi telah memanfaatkan layanan perbankan modern.
Layanan perbankan modern yang hanya ada
di kota-kota besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang
masih terpusat dikota-kota besar saja, yang menyebabkan perputaran uang juga
terpusatdi kota-kota besar. Sehingga sektor perbankan pun agak lamban dalam ekspansinya
ke daerah-daerah.
Hal ini sedikit banyak disebabkan oleh kondisi
infrastruktur sekarang selain aspek geografis Indonesiayang unik dan luas.Untuk
menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti
bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses
dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi
informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun
dia berada selama masih ada layanan ATM (Anjungan TunaiMandiri) dari bank
tersebut, atau seorang nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang
tersebut ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi
dapat dilakukan. Selain itu, peranan lain Teknologi Informasi dalam dunia
perbankan adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan
Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet
Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo,pemindah bukuan, pembayaran
tagihan, dan informasi rekening.
Sejumlah bank di Indonesia saat ini
memanfaatkan Tenologi Informasi untuk meningkatkan layanan kepada para
nasabahnya. Sebagai contok, para nasabah dapat mengambil uang dari mesin ATM
yang telah tersedia selama 24 jam sehari. Bahkan beberapa bank telah menjalin
kerja sama yang memungkinkan nasaba mengambil uang lewat ATM bank lain yang
memiliki logo ATM bersama.
Kehadiran telpon seluler pun mengilhami
penyelenggaraan bank untuk membuat layanan yang disebut mobile banking atau
M-banking. Dengan menggunakan SMS, nasabah sudah bisa memeriksa saldo ataupun
melakukan transaksi lainnya seperti membayar biaya telpon rumah dan mentransfer
uang ke rekening orang lain.
Layanan lainnya yaitu internet banking.
Dengan menggunakan koneksi internet, para nasabah bisa melakukan aktivitas
perbankan melalui komputer yang terkoneksi internet. Transaksi internet banking
yang bisa dilakukan berupa memeriksa saldo, mentransfer uang, melakukan
deposito, melihat sejarah transaksi. Bahkan ada bank yang sudah menyediakan
layanan membuka rekening bank online tanpa Anda harus mengantri di bank
tersebut.
Contoh manfaat Teknologi Informasi di
bidang Perbankan :
1. Uang Elektronik
Uang
elektronik (atauuang digital) adalah uang yang digunakan dalam transaksi Internet
dengan cara elektronik. Biasanya, transaksi ini melibatkan penggunaan jaringan
computer (seperti internet dan sistem penyimpanan harga digital). Electronic Funds
Transfer (EFT) adalah sebuah contoh uang elektronik. Uang elektronik merupakan
bidang yang menarik dalam kriptografi,penggunaan uang digital sampai sekarang
masih dalam skala-kecil.
2. ATM
ATM
(Automatic teller machine) atau automated teller machine di Indonesia juga
kadang merupakan singkatan bagi anjungan tunai mandiri adalah sebuah alat elektronik
yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambi luang dan mengecek rekening
tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang "teller" manusia.
Banyak ATM juga mengijinkan penyimpanan uang atau cek, transfer uang atau bahkan
membeli perangko. ATM. Mesin Teller Otomatis. Mesin untuk pelayanan perbankan,
mesin ini sanggup melayani berbagai proseskeuangan dengan bank tanpa harus
berhadapan dengan manusia.
3. Mobile Banking.
Saat
ini mobile banking /m-banking merupakan salah satu layanan bank yang banyak
diminati oleh para nasabah karena layanan ini membuat nasabah suatu bank mampu
melakukan transaksi perbankan serta melihat informasi tentang rekeningnya
menggunakan layanan GSM maupun CDMA dengan handphone jenis apapun. Melalui
m-banking, pelanggan dapat melakukan transaksi yang sama dengan yang biasa dilakukan
di atm atau bank, mulai dari cek saldo, melihat rincian transaksi, transfer
uang, pembelian pulsa isi ulang sampai pembayaran berbagai jenis tagihan baik
tagihan listrik, air, telepon maupun kartu kredit. Transaksi melalui m-banking
ini sangat aman karena sebelum melakukan aktivasi anda harus terlebih dahulu
mendaftarkan nomor rekening anda melalui ATM atau kantor cabang terdekat. Dari
segi keamanan, system pengamanannya adalah standar, yaitu untuk melakukan
transaksi nasabah harus memasukkan nomor PIN yang sudah diberikan. Akses akan
diblok jika PIN yang dimasukkan salah 3
kali berturut-turut, sama seperti transaksi di ATM.
Sedangkan
dampak negatifnya yaitu banyak sekali kasus yang terjadi seperti misalnya
membuat kartu ATM palsu, tentunya menggunakan beberapa trik dengan bantuan alat
atau teknologi untuk meretas data si nasabah pengguna ATM asli. Selain itu,
yang paling parahnya adalah tejadinya perampokan yang dilakukan oleh perampok
terhadap Bank.
Dikutip dari :
- http://www.scribd.com/doc/111139630/Makalah-Peranan-Teknologi-Informasi-Di-Dunia-Perbankan#scribd
- http://www.artikeltik.com/peranan-tik-dalam-bidang-perbankan.html
- https://docs.google.com/document/d/12nyLKlDZB4ArVCUHAW7VhVURYYJpdR6Y8tpL6-H8ExI/edit
- https://media.licdn.com/mpr/mpr/shrinknp_800_800/AAEAAQAAAAAAAAKpAAAAJDJmYTBkODdlLTYzZTEtNDU0MC05NmEyLTU3ZjhkM2VkNzM0Zg.jpg
- http://sp.beritasatu.com/media/images/original/20141031110039618.jpg
- http://www.businesspundit.com/wp-content/uploads/2015/10/ATM-Fees-at-all-time-highs.jpg
Pada tanggal : 22 Oktober 2015
pukul : 01.26 WIB.
Tempat : kosan, gang senang hati 2, Bandung




