Rabu, 21 Oktober 2015

Teknologi Informasi di Bidang Perbankan


Semakin majunya teknologi di dunia, transaksi perbankanpun mulai mengunakan teknologi berbasis komputer untuk mempermudah transaksi dengan nasabah. yang tadinya melayani nasabah dengan harus bertemu / nasabah datang ke cabang2 bank yang disediakan oleh bank yang dia gunakan untuk menabung/infertasi menjadi lebih mudah karena bank mulai mengunakan teknoligi berbasis komputer dan sekarang sudah bisa mengakses lewat internet bahkan dengan mobile “HP” dengan SMS sudah banyak diterapkan bank. 


Dalam dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN (Local Area Network) ataupunWAN (Wide Area Network) dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data.

Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat, hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang juga jumlah SDM (Sumber Daya Manusia) berkemampuan di bidang teknologi informasi masih sedikit, bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.

Diperlukan suatu kerangka teknologi informasi nasional yang akan mewujudkan masyarakat Indonesia siap menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang dapat menyediakan akses universal terhadap informasi kepada masyarakat luas secara adil dan merata, meningkatkan koordinasidan pendayagunaan informasi secara optimal, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia,meningkatkan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi, termasuk penerapan peraturan perundang-undangan yang mendukungnya, mendorong pertumbuhan ekonomi dengan pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi.

Inilah salah satu kenyataan globalisasi perekonomian dunia yang nyata. Integrasi perekonomian nasional dengan perekonomian regional/global seperti AFTA, APEC,WTO/GATT memang tidak bisa dihindari. Kenyataan integrasi perekonomian dunia ini memang harus kita siapkan dan hadapi.

Sekarang telah banyak pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota besar yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam transaksi pembayarannya, tetapi telah memanfaatkan layanan perbankan modern.

Layanan perbankan modern yang hanya ada di kota-kota besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang masih terpusat dikota-kota besar saja, yang menyebabkan perputaran uang juga terpusatdi kota-kota besar. Sehingga sektor perbankan pun agak lamban dalam ekspansinya ke daerah-daerah.

Hal ini sedikit banyak disebabkan oleh kondisi infrastruktur sekarang selain aspek geografis Indonesiayang unik dan luas.Untuk menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia berada selama masih ada layanan ATM (Anjungan TunaiMandiri) dari bank tersebut, atau seorang nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan. Selain itu, peranan lain Teknologi Informasi dalam dunia perbankan adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo,pemindah bukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening.

Sejumlah bank di Indonesia saat ini memanfaatkan Tenologi Informasi untuk meningkatkan layanan kepada para nasabahnya. Sebagai contok, para nasabah dapat mengambil uang dari mesin ATM yang telah tersedia selama 24 jam sehari. Bahkan beberapa bank telah menjalin kerja sama yang memungkinkan nasaba mengambil uang lewat ATM bank lain yang memiliki logo ATM bersama.

Kehadiran telpon seluler pun mengilhami penyelenggaraan bank untuk membuat layanan yang disebut mobile banking atau M-banking. Dengan menggunakan SMS, nasabah sudah bisa memeriksa saldo ataupun melakukan transaksi lainnya seperti membayar biaya telpon rumah dan mentransfer uang ke rekening orang lain.

Layanan lainnya yaitu internet banking. Dengan menggunakan koneksi internet, para nasabah bisa melakukan aktivitas perbankan melalui komputer yang terkoneksi internet. Transaksi internet banking yang bisa dilakukan berupa memeriksa saldo, mentransfer uang, melakukan deposito, melihat sejarah transaksi. Bahkan ada bank yang sudah menyediakan layanan membuka rekening bank online tanpa Anda harus mengantri di bank tersebut.

Contoh manfaat Teknologi Informasi di bidang Perbankan :

1.    Uang Elektronik
Uang elektronik (atauuang digital) adalah uang yang digunakan dalam transaksi Internet dengan cara elektronik. Biasanya, transaksi ini melibatkan penggunaan jaringan computer (seperti internet dan sistem penyimpanan harga digital). Electronic Funds Transfer (EFT) adalah sebuah contoh uang elektronik. Uang elektronik merupakan bidang yang menarik dalam kriptografi,penggunaan uang digital sampai sekarang masih dalam skala-kecil.




2.    ATM
ATM (Automatic teller machine) atau automated teller machine di Indonesia juga kadang merupakan singkatan bagi anjungan tunai mandiri adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambi luang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang "teller" manusia. Banyak ATM juga mengijinkan penyimpanan uang atau cek, transfer uang atau bahkan membeli perangko. ATM. Mesin Teller Otomatis. Mesin untuk pelayanan perbankan, mesin ini sanggup melayani berbagai proseskeuangan dengan bank tanpa harus berhadapan dengan manusia.




3.    Mobile  Banking.
Saat ini mobile banking /m-banking merupakan salah satu layanan bank yang banyak diminati oleh para nasabah karena layanan ini membuat nasabah suatu bank mampu melakukan transaksi perbankan serta melihat informasi tentang rekeningnya menggunakan layanan GSM maupun CDMA dengan handphone jenis apapun. Melalui m-banking, pelanggan dapat melakukan transaksi yang sama dengan yang biasa dilakukan di atm atau bank, mulai dari cek saldo, melihat rincian transaksi, transfer uang, pembelian pulsa isi ulang sampai pembayaran berbagai jenis tagihan baik tagihan listrik, air, telepon maupun kartu kredit. Transaksi melalui m-banking ini sangat aman karena sebelum melakukan aktivasi anda harus terlebih dahulu mendaftarkan nomor rekening anda melalui ATM atau kantor cabang terdekat. Dari segi keamanan, system pengamanannya adalah standar, yaitu untuk melakukan transaksi nasabah harus memasukkan nomor PIN yang sudah diberikan. Akses akan diblok  jika PIN yang dimasukkan salah 3 kali berturut-turut, sama seperti transaksi di ATM.




Sedangkan dampak negatifnya yaitu banyak sekali kasus yang terjadi seperti misalnya membuat kartu ATM palsu, tentunya menggunakan beberapa trik dengan bantuan alat atau teknologi untuk meretas data si nasabah pengguna ATM asli. Selain itu, yang paling parahnya adalah tejadinya perampokan yang dilakukan oleh perampok terhadap Bank.




Dikutip dari :
  • http://www.scribd.com/doc/111139630/Makalah-Peranan-Teknologi-Informasi-Di-Dunia-Perbankan#scribd
  • http://www.artikeltik.com/peranan-tik-dalam-bidang-perbankan.html 
  • https://docs.google.com/document/d/12nyLKlDZB4ArVCUHAW7VhVURYYJpdR6Y8tpL6-H8ExI/edit 
  • https://media.licdn.com/mpr/mpr/shrinknp_800_800/AAEAAQAAAAAAAAKpAAAAJDJmYTBkODdlLTYzZTEtNDU0MC05NmEyLTU3ZjhkM2VkNzM0Zg.jpg 
  • http://sp.beritasatu.com/media/images/original/20141031110039618.jpg 
  • http://www.businesspundit.com/wp-content/uploads/2015/10/ATM-Fees-at-all-time-highs.jpg


Pada tanggal      : 22 Oktober 2015
pukul                   : 01.26 WIB.
Tempat               : kosan, gang senang hati 2,  Bandung

Selasa, 20 Oktober 2015

Pertumbuhan Ekonomi menurut BI dan BPS

Suasana gedung bertingkat di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (15/5/2015). Perlambatan ekonomi Indonesia di triwulan I tahun 2015 sebesar 4,7 persen dinilai para pengamat ekonomi sangat mengkhawatirkan.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9 persen pada kuartal III. Pertumbuhan ekonomi ditopang oleh belanja pemerintah yang terus meningkat. "Terkait dengan kuartal III assessment sama sekitar 4,9 persen memang terutama didorong belanja modal pemerintah yang sudah naik 28 persen yoy," kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi BI, Yudha Agung di Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Dia mengatakan, indikator tersebut dilihat dari melesatnya proyek infrastruktur pemerintah yang kemudian disertai oleh peningkatan penjualan semen. Namun, pertumbuhan ekonomi ini dirasa masih belum kuat mengingat belanja pemerintah belum memberikan dorongan pada sektor swasta.

"Kami lihat indikator investasi dan konsumsi sektor swasta belum terlalu kuat. Investasi non bangunan, kemudian investasi bangunan sektor swasta komersial belum terlalu kuat. Tidak sekuat pemerintah, pemerintah masih leading," jelas Yudha. Pihaknya meyakini pertumbuhan ekonomi akan lebih baik pada kuartal IV terutama juga didorong oleh sektor swasta. "Tetapi kami lihat saat ini belum memberikan efek multiplier yang kuat ke sektor swasta," tandas dia. Sebelumnya BI memprediksikan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,7 persen-5,1 persen pada 2015.

Sementara itu beberapa bulan yang yang lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,67 persen pada kuartal II 2015, melambat dari periode yang sama tahun lalu (year on year) mencapai 5,12 persen. Perekonomian nasional juga melambat jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,71 persen secara tahunan.

Kepala BPS Suryamin mengatakan Produk Domestik Bruto (PDB) nominal atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp 2.866,9 triliun. Dia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global yang belum menggembirakan. "Perekonomian global pada triwulan II 2015 diperkirakan melambat masih dipicu oleh rendahnya harga komoditas di pasar internasional dan ketidakpastian Fed fund rate (suku bunga AS)," ujar Suryamin dalam konferensi pers di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Rabu (5/8).

Suryamin menilai wajar jika pertumbuhan ekonomi Indonesia masih belum menggembirakan. Kendati demikian, menurutnya angka 4,67 persen tersebut dinilai lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang Indonesia juga masih cenderung stagnan dan bahkan melemah. Suryamin mencontohkan, pertumbuhan Amerika Serikat melemah dari 2,9 persen pada kuartal I 2015 menjadi 2,3 persen pada kuartal II. "China stagnan pada posisi pertumbuhan 7 persen, Singapura melemah dari 2,1 persen pada kuartal I 2015 menjadi 1,7 persen pada kuartal II 2015. Artinya bahwa kepada negara kita tentu akan ada imbasnya," ujarnya.

Secara sektoral, lanjut Suryamin, tercatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami pertumbuhan paling tinggi, yakni 10,09 persen atau meningkat dari 7,73 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan ekonomi pada 2016 diperkirakan mencapai 5,3 persen-5,7 persen. (Amd/Ahm).





Dikutip dari :




Pada Tanggal   : 21 Oktober 2015.
Pukul               : 13.30 WIB.
Tempat            : Perpustakaan ITENAS Bandung.